SINOPSIS BUKU : Mencari Ketenangan di Tengah Kesibukan karya Mohammad Fauzil Adhim ( @kupinang )

Siapa disini yang ingin tenang dalam hidupnya? Di era modern seperti ini rasanya buku “Mencari Ketenangan di Tengah Kesibukan” adalah buku yang wajib dibaca semua orang terutama mereka yang selalu dikejar kesibukan tiada henti๐Ÿ™‚

Berikut sinopsisnya :

Jika kesunyian tak mampu menghadirkan ketenangan, jika sujud dan ruku’ kita tak lagi mendatangkan ketenteraman dan kesejukan jiwa, ada yang perlu kita tengok dalam diri kita. Kita perlu mengambil jarak dan melakukan hentian sejenak dari kesibukan-kesibukan yang terus memacu kita untuk berlari. Kita perlu mencari kejernihan di tengah hiruk-pikuk kehidupan maupun mimpi-mimpi kitaโ€ฆ

Jika bertambahnya rezeki tak menambah kebahagiaan, ketenangan dan kekhusyukan, ada yang perlu kita periksa sejenak. Atas sedekah dan ibadah kita, ada yang perlu kita cermati dengan jernih barangkali ada salah niat yang terselip. Atas berlimpahnya harta yang tak menambah keteduhan hati dan kesejukan jiwa, ada yang perlu kita renungi; tentang diri sendiri, tentang tetangga kita, tentang do’a-do’a kita serta berbagai hal yang berkaitan hubungan kita dengan Allah Ta’ala maupun hubungan dengan sesama.

Ambillah jarak, luangkan waktu dan lakukan hentian sejenakโ€ฆ Semoga kita dapat menemukan ketenangan di tengah kesibukan.

buku mencari ketenangan di tengah kesibukan

buku mencari ketenangan di tengah kesibukan

Dan ada yang merensi bukunya juga yang disadur dari situs http://www.mediatadulako.com/index.php/2012-10-23-17-27-33/kreativitas/136-resensi-buku

Judul Bukuย ย ย ย ย  : Mencari Ketenangan di Tengah Kesibukan

Penulisย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย  : Fauzhil Adhim

Penerbitย ย ย ย ย ย ย ย ย ย  : Pro-U Media, Yogyakarta

Tebalย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย  : 342 Halaman

ISBNย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย  : 979-1273-91-X

Tahun Terbitย ย ย  : 2012

ย 

Buku setebal 342 halaman ini adalah kumpulan tulisan Ust Fauzhil Adhim dalam renungan-renungan Jumโ€™at yang rutin dikirimnya di Harian Republika Yogyakarta.

Oleh penulis, kumpulan tulisan ini diberi judul โ€œMencari Ketenangan di Tengah Kesibukkan.โ€ Ya…judul tersebut mewakili kumpulan tulisan yang termuat di dalamnya. Berisi tentang nasihat-nasihat, Fauzhil Adhim dengan caranya bertuturnya seakan tengah berbicara dengan kita yang membaca, tanpa ada kesan menggurui. Buku ini lebih berkesan sebagai ajakan untuk memahami agama dari sudut pandang yang sering tak terduga oleh kita.

Pada hari ini, ketenangan seolah menjadi barang langkah yang sulit ditemukan. Tidak sedikit orang yang rela mengeluarkan duit dalam jumlah yang besar untuk mendapatkan ketenangan batin. Mengikuti kegiatan ini dan itu, mengahdiri meditasi sana-sini, mengikuti acara-acara yang membuatnya mengeluarkan air mata. Sayang, setelah sejumlah rangkaian kegiatan-kegiatan tadi, hati kembali gersang dan sempit, dada berasa sesak, kembali terasa ada yang kurang.

Di zaman yang semakin kompetitif, semua orang dituntut untuk bekerja cepat, kecakapan diri mau tak mau mesti selalu ditingkatkan, karir menjadi barang mewah yang selalu dikejar tanpa lelah, pemasukan keuangan terus diburu, mesti tanpa sadar banyak yang harus dikorbankan. Pada kondisi ini, ketenangan batin menjadi barang langkah yang sulit ditemukan, ibadah menjadi rutinitas yang tak mampu mengisi ruang hati yang merasakan dahaga teramat sangat.

โ€œAda saat-saat ketika kita perlu mengambil jarak sejenak dari kesibukan yang membuat jiwa dan badan kita penat. Ada saat-saat ketika kita harus menemukan keheningan disaat bertambahnya kekayaan, namun tidak menambah ketenangan dan kedamaian di hati kita.โ€ (Fauzhil Adhim)

Begitulah Fauzhil Adhim mengantarkan kita diawal-awak pembukaan buku ini. Bahwa ditengah kesibukan yang menyita, kita perlu perlu sejenak meluangkan waktu untuk merenung. Bermuhasabah, mengevaluasi diri tentang pencapaian-pencapaian kita sejauh ini. Sebab jangan-jangan, semua kesuksesan yang kita dapatkan hari ini, ternyata harus berbayar mahal dengan semakin jauhnya kita dengan Hidayah.

Kolomnis parenting di Majalah Hidayatullah ini, lewat tulisan-tulisan di dalamnya tidak jarang akan membuat kita terbelalak sambil menganggukan kepala tanda setuju, sembari mengajak kita untuk merenung dengan sendirinya. Wawasan penulis yang luas tentang sejarah Islam menjadi kekuatan buku ini. Kita akan dikisahkan tentang banyak dialog, sejumlah kejadian yang pernah terjadi saat zaman-zaman awal Islam berdiri, dan selanjutnya kita akan dibawa pada realitas kondisi kita hari ini.

Sejarah telah memberikan banyak informasi pada kita, tentnag kekuatan jiwa, tentang kebesaran hati, tentang kuatnya tekad untuk meraih cita. Sayangnya, kita sering alpa untuk memetik pelajaran dari sejarah, bahkan tidak jarang kita sering berujar โ€œah, itu kan dulu, sekarang beda.โ€ Lewat buku ini anggapan itu secara tersirat terbantahkan. Bukankah kita memang diperintahkan belajar dari sejarah ? bukankah sejarah adalah peristiwa yang berulang ? kecuali pelaku, tempat, dan waktunya saja yang berubah.

Lewat buku ini, kita akan diperlihatkan betapa cahaya peradaban ini tidak semata-semata mengandalkan kekuatan harta, bukan pula mengandalkan superior kekuasaan, sebab memang demikianlah adanya. Semuanya dibangun oleh jiwa yang kokoh, pemikiran yang matang, mental yang dapat diandalkan dan hati yang teguh.

ย 

Suplemen energi yang kaya akan ibroh…

Saya tak bermaksud membandingkan buku ini dengan kita suci, hanya semoga buku ini juga menjadi jalan hidayah bagi kita pembacanya.

Dalam beberapa tulisan buku ini sering mengagetkan kita. Fauzhil Adhim menanyakan tentang keislaman kita, Sudah Islamkah kita ? ia juga menanyakan Ibadah Haji yang dilakukan setelah Hajjatul Islam, Haji yang pertama yang disyariโ€™atkan. Sudah tepatkah pilihan menunaikannya ? dalam sub judul ini Fauzhil Adhim mmeberikan judul Berhaji Tanpa Pahala. Pada bagian lain kita juga disuguhkan dengan pertanyaan tentang puasa kita. Fauzhil memberi judul Berpuasa tapi tak berpahala.

Tulisan-tulisan dalam buku Mencari Ketenangan di tengah kesibukan ini kaya akan hikmah, tulisan yang baik insya Allah dihasilkan oleh penulis yang baik dengan proses yang baik pula. Bila Elizabeth Gilberth dalam novelnya eat, pray, and love berjalan ke Italia, India dan Indonesia untuk menemukan jati diri dan ketenangan jiwanya sebagai perempuan. Andaikan boleh untuk mengubah alur cerita dari novel yang diangkat dari kisah nyata tersebut. Saya akan menyarankan Elizabeth disaat ia sampai ke Indonesia ia menemukan buku ini, Mencari Ketenangan di Tengah Kesibukkan.

(Ari Fahry)kun

=======================================================

Buku MENCARI KETENANGAN DI TENGAH KESIBUKAN karya Mohammad Fauzil Adhim ini dapat dibeli dan dipesan di Bursabukuberkualitas.com

Hubungiโ€ฆ

Sms/Whatsapp : 08986508779

PIN BB : 5872795E

LINE : bursabukuid

=========================================

Semoga Bermanfaat yaa sinopsis dan resensinya..๐Ÿ™‚

About @Referensi_Buku

Hanya mereferensikan buku yang bibit, bobot, dan bebetnya berkualitas! Dapatkan info seputar buku bagus disini ! Insyaallah bermanfaat.
This entry was posted in @Referensi_Buku, buku bagus, buku best seller, buku islami, buku mohammad fauzil adhim, buku motivasi, buku terbitan proumedia, harga buku, ISLAM, Pemesanan Buku di 08992255466 (sms/WA), rekomendasi buku, rekomendasi buku islami, resensi buku, sinopsis buku and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s