SINOPSIS LENGKAP BUKU : Assalamualaikum Beijing karya @asmanadia

buku assalamualaikum beijing 2

buku assalamualaikum beijing 2

UPDATE : diatas adalah cover buku barunya yaa yang dibawah itu cover lamanya…. trimsπŸ™‚

Sudah nonton filmnya? Kalo sudah, berarti wajib punya buku ini biar lebih tau lagi cerita lengkapnya. Akan banyak beberapa hal yang tidak dijelaskan lengkap di film tapi akan dijelaskan di buku iniπŸ™‚ Oke, langsung aja simak yuk sinopsis lengkap novel assalamualaikum beijing !

novel assamualaikum beijing

novel assamualaikum beijing

yang diatas adalah cover lama.. yang baru ini nih..

buku assalamualaikum beijing 2

buku assalamualaikum beijing 2

Ajarkan aku mantra pemikat cinta Ahei dan Ashima,
maka akan kutaklukkan penghalang segala rupa
agar sampai cintaku padanya.

***

Dewa dan Ra adalah busur dan anak panah.
Keduanya memiliki bidikan yang sama, sebuah titik bernama istana cinta.
Tapi arah angin mengubah Dewa.
Sebagai busur, dia memilih sasarannya sendiri dan membiarkan anak panah melesat tanpa daya.

Sebagai laki-laki pengagum mitologi, Zhongwen ibarat kesatria tanpa kuda.
Sikapnya santun dan perangainya gagah, tapi langkahnya tak tentu arah.
Dia berburu sampai negeri jauh untuk mencari Tuhan sekaligus menemukan Asma, anak panah yang sanggup meruntuhkan tembok besar yang membentengi hatinya.

Dan di manakah Ra ketika dalam kegamangan Asma menelusuri Tembok China, menjejakkan kaki di pemakaman prajurit Terakota dan menjelajah dunia dongeng si cantik Ashima dari Yunnan?

Dua nama, satu cinta.
Ra yang mencampakkan Dewa.
Asma yang berjuang melupakan lelaki berahang kukuh yang diam-diam memujanya.
Bersama, mereka mencoba menaklukkan takdir yang datang menyapa.

Di atas adalah sinopsisnya, mau tau resensi dari novel assalamualaikum beijing ini? lanjut terus bacanya yaaaπŸ™‚

Dewa dan Ra, menjalin hubungan kasih sejak duduk di bangku kuliah, dan tinggal selangkah lagi menuju gerbang pernikahan. Namun satu kekhilafan Dewa bersama Anita, rekan kerjanya yang memang telah lama jatuh hati padanya, membuat rencana indah itu harus buyar selamanya, dan Dewa terpaksa menikahi Anita yang hamil akibat kekhilafan tersebut.

Sementara itu, dalam perjalanannya di Beijing, Asma bertemu dan berkenalan dengan Zhongwen, pemuda yang sangat terkesan dengan kisah cinta sejati Ahei – Ashima, dan ngotot memanggil Asma dengan Ashima, karena menurutnya keduanya memiliki kemiripan wajah.

Lewat pertemanannya dengan Asma, Zhongwen banyak mendapat pencerahan tentang Islam, dan hidayah akhirnya menuntunnya menjadi muallaf, meski sebagai konsekuensinya, Zhongwen terusir dari keluarga. Bagi Zhongwen, pengorbanannya itu belum seberapa dibandingkan apa yang dilakukan Mushab bin Umar, sahabat Rasulullah yang rela melepaskan harta, kedudukan dan kehormatannya saat berhijrah pada agama Islam, dan mati syahid saat berperang melawan kaum musyrikin dalam kondisi kedua tangannya putus ditebas lawan.

Musibah kemudian menimpa Asma, saat ia divonis menderita APS. Penyakit yang berhubungan dengan pengentalan darah, yang membuatnya harus mengalami kesakitan luar biasa, serangan stroke, sulit bergerak bahkan nyaris buta. Penyakit itu juga membuatnya sangat tidak dianjurkan untuk hamil dan melahirkan.

Di sisi lain, Zhongwen yang mulai merasa jatuh cinta dengan Asma, berusaha keras untuk mencari dan menemukan Asma yang mendadak hilang berita. Sementara itu Dewa tak juga berhasil melepaskan bayang-bayang Ra dari kehidupan rumah tangganya, pun sampai Anita nekad berusaha bunuh diri dan anak mereka lahir, Dewa tetap gagal menerima kenyataan dan menyayangi Anita sebagai istri secara layak.

Berhasilkah Zhongwen menemukan Asma? Akankah cintanya luntur saat mengetahui kondisi Asma? Akankah pula kebahagiaan atau duka yang bertubi-tubi terus mendera kehidupan Asma? Bagaimana pula dengan rumah tangga Dewa dan Anita?

Cinta, pengkhianatan, kesetiaan, pengorbanan dan keteguhan hati. Inilah makna yang terangkum dalam novel karya salah satu penulis wanita kaliber tanah air ini. Makna Cinta terwakilkan oleh impian keempat tokohnya : Dewa, Ra/Asma, Zhongwen dan Anita. Pengkhianatan pula terwakilkan oleh sosok Dewa, kesetiaan dan pengorbanan oleh sosok Zhongwen, dan kesabaran serta keteguhan hati oleh sosok Ra sekaligus Asma.

Kualitas Asma Nadia kembali dibuktikan lewat novel ini. Novel yang sebagian kisahnya akan mengajak pembaca menelusuri keindahan dan sisi historis kota Beijing serta mengenang perjuangan shahabiyah sebagai sisipan kisah yang bermakna.

Jalinan kisah antara Dewa-Ra-Anita, sedikit banyak mengembalikan ingatan saya pada novel Istana Kedua karya Asma, yang juga berbicara tentang pengkhianatan. Untungnya, kisah kesetiaan dan pengorbanan yang menyentuh dari sosok Zhongwen, dan kesabaran yang menggugah dari sosok Asma saat menghadapi derita akibat penyakitnya, cukup berhasil membuat novel ini tidak menjelma semacam episode berikutnya dari Istana Kedua ataupun dua novel yang berangkat dari premis yang sama.

Salah satu keunggulan mbak Asma dalam bertutur, yang sulit saya temukan pada karya-karya penulis manapun, adalah menghadirkan diksi yang mudah dicerna tetapi seakan-akan memiliki tenaga dalam yang luar biasa. Sehingga sulit rasanya untuk mengabaikan satu kalimat pun dan sulit pula untuk melupakan jalinan kisahnya usai menuntaskannya meski telah melalui masa berhari-hari. Puisi indah dan bermakna yang menjadi pembuka setiap bab turut memberi nilai plus sebagai ornamen cantik untuk novel ini. Dan tentu saja, pesan-pesan moral dan religius yang tersebar di sepanjang cerita, menjadi elemen penting lain yang meningkatkan bobot novel ini lebih dari sekadar novel cinta biasa, meskipun dalam penyampaiannya, mbak Asma masih menggunakan cara yang dominan eksplisit. Detil tentang penyakit APS juga turut memberi informasi penting pada pembaca awam.

Dengan sederet kelebihan tersebut, bukan berarti saya tak menyimpan harapan lain terhadap karya Asma Nadia. Di sini, saya ingin menganalogikan dengan lagu Kaulah Segalanya dan sang penyanyinya Ruth Sahanaya. Ketika Ruth menyanyikan lagu tsb belasan tahun silam, it sounded good. Saat Ruth menyanyikannya sekarang, it sounds good to, even better. Karena pengalaman dan vokal Ruth yang tentunya jauh lebih matang. Tapi, untuk penyanyi sekaliber Ruth Sahanaya, boleh dong, kalau sekarang saya request lagu lain selain Kaulah Segalanya atau yang segenre dengan itu?

Begitu pulalah halnya dengan mbak Asma Nadia. Melihat pada jam terbang, pengalaman, pengetahuan dan segudang prestasi yang beliau miliki, saya sangat berharap mbak Asma mau mengeksplorasi tema dan cara bertutur yang lebih variatif di luar konflik pengkhianatan cinta dan rumah tangga, juga penyampaian pesan yang meminimalisasi cara eksplisit. Memang, hal seputar pengkhianatan cinta dan kehadiran orang ketiga masih menjadi penyebab utama perpecahan rumah tangga dalam masyarakat kita dewasa ini, bahkan jumlahnya pun terus meningkat, dan tak ada yang salah dengan konsistensi mbak Asma dalam mengangkat tema-tema ini baik dalam karya fiksi maupun antologi non fiksinya. Namun saya tetap menantikan ‘gebrakan’ Asma untuk membuktikan kualitasnya dalam tema-tema yang lain pula.

Satu hal teknis dalam novel ini, secara berulang-ulang Asma menggunakan sebutan pemuda tampan, pemuda jangkung, wanita cantik, wanita bertubuh besar, dalam hampir semua babnya untuk mendeskripsikan fisik tokohnya. Saya teringat dengan kritik mas Ijul untuk novel duet perdana saya yang juga melakukan repetisi sejenis. Tanpa bermaksud membela diri, sebagai novel perdana, tentunya hal tsb menjadi masukan sangat berarti buat saya. Jadi, saat menemukan hal serupa terjadi dalam novel karya penulis dengan torehan prestasi yang butuh empat halaman buku untuk merangkumnya, jujur saja, saya nggak berani mengkritik, hanya mau bilang, kalau saya berulang kali dibuat tersenyum-senyum saat menemukan repetisi dimaksudπŸ™‚

Saya juga jadi teringat dengan kata pengantar dalam salah satu novel Kang Abik, bahwa seolah-olah ada malaikat penjaga untuk karya-karya Kang Abik. Ini membuat novel beliau selalu berhasil meraih simpati dan apresiasi massa ‘berkat’ nilai-nilai kebaikannya yang sarat meski secara kekhasan dan teknis, menurut saya Kang Abik tergolong tidak terlalu spesifik.

Hal serupa juga saya temukan dalam karya-karya mbak Asma. Nilai-nilai kebaikan dalam karya seorang Asma Nadia, menurut saya, mampu membuat beberapa gangguan teknis dalam penulisannya pun, memudar dengan sendirinya.

Bagi anda yang menginginkan sajian novel cinta dengan bumbu-bumbu bergizi berupa nilai-nilai religius dan informatif, maka novel yang satu ini berikut nama besar penulisnya, sudah menjadi satu paket lengkap untuk sebuah jaminan mutu dan stempel recommended.

sumber : http://www.riawanielyta.com/2014/03/resensi-novel-assalamualaikum-beijing.html

Kalo testimoni dari novel assalamualaikum beijing ini? Mau tau?πŸ˜€ lanjut ke bawah…

Menyelesaikan membaca buku ini di tengah kesunyian malam dikala semua penumpang sedang tidur di dalam kereta api yang sedang melaju ke Kutoarjo.

Buku pertama di tahun 2014 ini.

β€œTak akan kau temukan aku terkapar sebab kekalahan serupa api bagiku yang membakar belukar di tiap jalan”

β€œJika tak kau temukan cinta, biarkan cinta yang menemukanmu”

β€œCinta apa yang kau tawarkan?
Yang berakhir pada duka? atau bermuara di kedalaman jiwa?”

β€œBersabar itu cinta, tergesa-gesa itu nafsuβ€β€œAku tak ragu mengatakan, bersama denganmu walaupun
sebatas embusan angin kunamai ia anugerah”

(fizah, member goodreads indonesia)

Ada lagi ni testimoninya…πŸ™‚

Yang aku suka dari buku ini adalah diksinya, pada setiap quote di awal, pada setiap cerita, pada setiap scene, pada.. keseluruhan buku. Expected juga sebagai novel yang ditulis oleh salah satu penulis kenamaan Indonesia, Asma Nadia.

Aku suka cara penulis menjelaskan ketakutan Asma (tokoh utama) menjalin hubungan. Menurutku, penulis benar-benar mengekspresikan pemikiran sebagian besar muslimah berjilbab.

Aku juga suka cara penulis menggambarkan bahwa satu kesalahan besar (view spoiler) tidak dapat begitu saja dimaafkan. Seberapa sering pun kamu meminta maaf. Hati yang dikhianati memang hampir mustahil dapat disembuhkan.

Tapi yang paling aku suka adalah scene di halaman 288. Bisa dibilang, kalau bukan karena halaman 288, aku akan memberikan bintang 3 untuk novel ini. Aku terganggu dengan lelucon yang tiba-tiba hadir secara ringan di tengah-tengah diksi yang ‘serius’. Rasanya ganjil.

Tapi halaman 288 berhasil membuatku terkejut dan memberikan bintang 4. (view spoiler)

Quote favorit: “Jika tak kau temukan cintamu, biarkan cinta yang menemukanmu.”

Oh, ada satu lagi yang aku suka.. cara Zhongwen mengungkapkan cintanya pada Asma:

“Let’s slowly grow old together.”


Menurutku, itu terdengar lebih tulus dan sederhana, daripada perkataan cinta lainnya.

P.S. Dari halaman 203-204 di novel ini, aku baru tahu kalau tradisi love lock (mitos gembok cinta: menuliskan nama di gembok lalu menggemboknya di tempat-tempat tertentu untuk mendapatkan cinta yang kekal) itu ada di mana-mana. Selama ini aku cuma tau di Pont Des Arts (jembatan di atas Sungai Seine, Paris) dan di Menara Tokyo.

Tempat-tempat yang punya tradisi love lock:
1) The Great Wall (China)
2) Juliet’s House (Verona)
3) Ponte Milvio (Sungai Tiber, Roma)
4) Seoul Tower (Korea)
5) ——————————banyak banget di sini.

Kalo mau liat review/testimoni lengkap novel ini silahkan liat sumbernya disini : http://www.goodreads.com/book/show/18634848-assalamualaikum-beijing

=======================================================

Buku Assalamualaikum Beijing karya Asma Nadia ini dapat dibeli dan dipesan di Bursabukuberkualitas.com

Hubungi…

Sms/Whatsapp : 08986508779

PIN BB : 5872795E

LINE : bursabukuid

=========================================

Semoga Bermanfaat yaa sinopsis dan resensinya..πŸ™‚

About @Referensi_Buku

Hanya mereferensikan buku yang bibit, bobot, dan bebetnya berkualitas! Dapatkan info seputar buku bagus disini ! Insyaallah bermanfaat.
This entry was posted in @Referensi_Buku, buku asma nadia, buku bagus, buku best seller and tagged , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s