SINOPSIS dan RESENSI BUKU : Bulan Terbelah di Langit Amerika karya @hanumrais dan @rangga_alma

sinopsis dan resensi buku bulan terbelah di langit amerika

sinopsis dan resensi buku bulan terbelah di langit amerika

Ada yang tau buku ini? Kalo buku 99 cahaya di langit eropa tau kan?๐Ÿ™‚ Yaps. Ini adalah sekuel dari buku 99 cahaya di langit eropa. Dan buku ini juga akan bernasib sama dengan pendahulunya. Akan difilmkan. Gak sabar kan gimana kelanjutan perjalanan mba hanum dan mas rangga setelah menjelajahi eropa? Nah, makannya buruan beli bukunya dan dibaca, oke??

======================================

Berikut adalah sinopsis dari Buku Bulan Terbelah di Langit Amerika karya Hanum Rais dan Rangga Almahendra..

=======================================

Amerika dan Islam. Sejak 11 September 2001, hubungan keduanya berubah.

Semua orang berbondong-bondong membenturkan mereka. Mengakibatkan banyak korban berjatuhan; saling curiga, saling tuding, dan menyudutkan banyak pihak.

Ini adalah kisah perjalanan spiritual di balik malapetaka yang mengguncang kemanusiaan. Kisah yang diminta rembulan kepada Tuhan. Kisah yang disaksikan bulan dan dia menginginkan Tuhan membelah dirinya sekali lagi sebagai keajaiban.

Namun, bulan punya pendirian. Ini untuk terakhir kalinya. Selanjutnya, jika dia bersujud kepada Tuhan agar dibelah lagi, itu bukan untuk keajaiban, melainkan agar dirinya berhenti menyaksikan pertikaian antarmanusia di dunia.


โ€œApa? Wajah Nabi Muhammad junjunganku terpahat di atas gedung ini? Apa-apaan ini! Penghinaan besar!โ€ seruku pada Julia. Mataku hampir berair menatap patung di dinding Supreme Court atau Mahkamah Agung Amerika Serikat, tempat para pengadil dan terhukum di titik puncak negeri ini.

โ€œJangan emosi. Tak bisakah kau berpikir lebih jauh, Hanum? Bahwa negeri ini telah dengan sadar mengakui Muhammad sebagai patron keadilannya. Bahwa Islam dan Amerika memiliki tautan sejarah panjang tentang arti perjuangan hidup dan keadilan bagi sesama.
โ€œAkulah buktinya, Hanum.โ€

Kisah petualangan Hanum dan Rangga dalam 99 Cahaya di Langit Eropa berlanjut hingga Amerika. Kini mereka diberi dua misi berbeda. Namun, Tuhan menggariskan mereka untuk menceritakan kisah yang dimohonkan rembulan. Lebih daripada sekadar misi. Tugas mereka kali ini akan menyatukan belahan bulan yang terpisah. Tugas yang menyerukan bahwa tanpa Islam, dunia akan haus kedamaian.

===========================================

Dan berikut adalah resensi dari Buku Bulan Terbelah di Langit Amerika karya Hanum Rais dan Rangga Almahendra yang ditulis oleh Yusneni Lisbarwati (http://prueclearwater.wordpress.com/2014/06/30/bulan-terbelah-di-langit-amerika/

===========================================

Bandara Portland, 11 September 2001
04.55

Subuh ini sama persis dengan subuh 318 tahun lalu di Eropa. Saat orang-orang dari negeri klasik Anatolia berhimpun tenaga dan curah pikiran untuk satu tujuan: menghalau dan mengepung orang-orang demi menaklukkan Wina pada 11 September 1683.

Lelaki berbulu tangan lebat itu resah. Dia bolak balik melihat jam tangannya. Entah apa yang dia nantikan. Laki-laki itu sejenak menghela napas panjang, menikmati kegundahan hatinya. Lalu muncullah yang dia tunggu tunggu dari kerumunan orang-orang; seorang pria tambun membawa dua helai tiket. Raut wajahnya juga menggambarkan rasa gugup. Dengan bertumbuk pandang begitu saja mereka lalu mengangguk mantap. Biarkan matahari sendiri saja yang gelisah hari itu. Dua pria dewasa itu tak boleh demikian sekarang. Mereka dilarang menunjukkan bahkan sejumput kegugupan di depan pintu check-in bandara saat ini.

Boleh jadi subuh pagi ini menjadi pengulangan sejarah kegagalan. Boleh jadi pagi ini telah diminta malaikat atas nama takdir, menjadi saksi atas drama kepiluan yang akan terekam sepanjang masaโ€ฆ

Sekitar 350km jauhnya dari bandara Logan, Bostonโ€ฆ

Seorang laki laki berwajah arab baru saja keluar dari toko perhiasan di Manhattan. Wajahnya berbinar pertanda dia begitu bahagia. Dia menghirup udara dalam-dalam, melangkah tegap, dia meninggalkan toko perhiasan lalu berlari kecil. Laki-laki itu telah menyiapkan rencana cantik untuk istrinya. Pagi itu dalam perjalanan menuju kantor, dia takkan melewatkan satu acara paling bermakna dalam perjalanan cinta bersama istrinya. Hari itu adalah hari paling sakral dalam penyatuan cinta mereka. Hari itu persis dua tahun mereka berjanji dalam ikatan pernikahan Islam.

Namun hari jadi pasangan itu dikaburkan dengan kebahagiaan lain, hari-hari pertama bekerja sang suami di โ€˜rumahโ€™ baru. Sebuah perusahaan investasi terkemuka yang bermarkas di lantai 70-an di salah satu menara World Trade Center telah menerima sang suami bekerja sebagai Junior Analyst. Laki-laki itu menatap gedung tinggi pencakar segala cakrawala, lalu tersenyum sebentar. Dia berharap hari ini waktu akan berjalan lebih cepat dari biasanya.

*ย ย ย ย ย ย ย ย ย  *ย ย ย ย ย ย ย ย ย  *ย ย ย ย ย ย ย ย ย  *

Perempuan berkerudung itu keluar dari toko kecil di seberang Fulton Street di daerah Brooklyn. Keranjangnya telah terisi beberapa kebutuhan bayi, serta satu paket daging, sayur dan buah-buahan untuk pesta kecil malam ini. Dia menghampiri kasir untuk membayar.
โ€œAzimaโ€ฆnice, nice. Apa arti Azima?โ€ keakraban si kasir dan wanita berkerudung bernama Azima ini menjelaskan bahwa Azima pelanggan setia toko kelontong serba ada itu.
โ€œAku belum tahu, nanti kucari di Al-Qurโ€™anโ€
โ€œAh, kalau begitu siapa nama si kecilmu itu?โ€
โ€œAyahnya baru saja memeberi nama untuknya, Amala. Artinyaโ€ฆ cita-cita baru. Mungkin kota ini akan memberi harapan baru untuk keluargaku, jadiโ€ฆโ€

Perempuan berkerudung itu berhenti berbicara, mereka menengok kerumunan orang-orang di luar toko.
โ€œada bom! ada bom! โ€ orang-orang berteriak histeris.
Suara kehebohan merebak begitu saja di udara. Hanya satu sepersekian detik padangan semua orang di edarkan ke burung besi yang melesat secepat kilat bagai peluru.
Bangunan di ketinggian 500 meter yang dia tuju.
Darr!
Dentumannya menggelegar tak bisa terukur.
Tak pernah terukur lagi oleh alat pengukur apapun.

Matahari hari itu dengan berat hati tetap menyinari bumi, wajahnya tersaput kepulan asap hitam membubung tinggi. Tapi matahari tak ingin melukiskan keraguannya untuk bertahan menyinari pagi memilukan itu. Tuhan telah menuliskan takdir pada penyinar bumi itu untuk terus berjalan dengan tegap menyorotkan sinarnya, apapun yang terjadi.

Tugasnya hanya menerbitkan sinar dengan paparan panasnya.

Saat tenggelam, dia hanya bisa berdoa agar Tuhan memberi keajaiban pada dirinya untuk terus bertahan hingga akhir dunia.

Saat menghilang pada hari itu, dia membujuk bulan di langit agar terbelah sekali lagi, sebagai sebuah keajaiban abadi.

Kali ini Hanum dan Rangga tidak lagi menceritakan tentang kisah perjalanan mereka di Eropa, kisah petualangan mereka kali ini berlanjut hingga ke Amerika. Gaya penulisan buku kali ini pun terasa berbeda dengan dua buku sebelumnya (99 Cahaya di Langit Eropa dan Berjalan di Atas Cahaya).

Petualangan mereka di awali saat Hanum ditugaskan oleh bosnya Gertrude Robinson untuk pergi ke New York dan menulis sebuah artikel yang mungkin bisa menyelamatkan Heute ist Wunderbar โ€“ koran tempat mereka bekerja โ€“ dari kebangkrutan. Sebuah artikel luar biasa yang akan menceritakan tentang tragedi 9/11. Sebuah artikel yang bertema โ€œWould the world be better without Islam?โ€

Tugas yang awalnya di tolak oleh Hanum mentah-mentah demi membela keyakinannya dari opini yang memojokkan Islam. Namun toh akhirnya tugas ini di sanggupi juga oleh Hanum dengan keyakinan bahwa tugas ini diberikan kepadanya bukan karena kebetulan semata. Bahwa gagasan โ€œWould the world be better without Islam?โ€ ini bisa berkesempatan di jawab TIDAK dengan dirinya sebagai penulisnya.
Bagaikan sebuah kebetulan, Rangga juga ditugaskan oleh Profesor Reinhard, atasan di Universitas tempatnya bekerja, untuk mengikuti konferensi di Washington DC sekaligus melobi Phillipus Brown yang akan hadir sebagai tamu kehormatan di acara tersebut.

โ€œTerkadang kita memang tidak adil pada hidup kita sendiri. Tatkala tiada pilihan, kita menggerutu. Padahal Tuhan tak memberi pilihan lain karena telah menunjukkan itulah satu-satunya pilihan terbaik bagi hidup kita.โ€ (p.184)

Tak disangka, perjalanan Hanum untuk tugas liputan dari Gertrude ke Amerika mengantarkannya bertemu dengan seorang perempuan mualaf bernama Julia Collins atau yang bernama muslim Azima Hussein โ€“ seorang kurator yang tadinya bekerja di Museum American Natural History yang akhirnya memilih untuk pindah dan bekerja sebagai asisten kepala di Museum 9/11 dengan tujuan untuk mencari kenyataan tak tersingkap dari kematian suaminya, yang tewas dalam tragedi 9/11.
Takdir juga mempertemukannya dengan Michael Jones, yang hidupnya ikut runtuh bersama menara kembar World Trade Center yang telah merenggut nyawa istri tercintanya, Anna. seorang Michael Jones yang mati-matian menentang keras pembangunan sebuah masjid di kawasan Ground Zero (bekas tempat berdirinya menara kembar) sebagai bentuk kesetiaan terakhirnya kepada mendiang istrinya.

Lalu, akankah Hanum berhasil menjawab pertanyaan โ€œWould the world be better without Islam?โ€ dan menyatukan โ€˜belahan bulanโ€™ yang terpisah dengan bantuan Rangga?

Bagaimana hingga akhirnya kesaksian dari Phillipus Brown berhasil membuka kotak Pandora yang selama delapan tahun ini tertutup rapat, kesaksian yang dapat menjawab segala pertanyaan yang selama ini muncul dalam benak Azima, dan rahasia yang akhirnya meluluhkan hati Michael Jones dari kebenciannya terhadap Islam.

Yuk mariโ€ฆ temukan jawabannya dalam Bulan Terbelah di Langit Amerika.

Membaca judulnya pun membuat saya teringat kembali kepada mukjizat nabi Muhammad SAW. Selain Al-Qurโ€™an, mukjizat nabi Muhammad yang lain adalah bisa membelah bulan. Peristiwa yang di abadikan dalam QS. Al-Qamar ayat 1ย : โ€œSungguh telah dekat hari kiamat, dan bulan pun telah terbelah.โ€

Tak hanya inspiratif, namun buku ini juga berhasil membuat saya jadi ingin tahu lebih banyak lewat sisi sejarah mengenai hubungan Islam dan Amerika yang banyak di ungkap disini. Tentang suku Melungeon, Thomas Jefferson dan Al-Qurโ€™an, dan juga potongan surat An-Nisa di salah satu pintu gerbang fakultas Hukum Harvard.

Terlepas dari aktual atau tidaknya sejarah dan fakta ilmiah yang di ungkap di buku ini, karena si penulis sendiri juga mengatakan kalau semua pemaparan yang terkait masih bersifat โ€˜debatableโ€™, yang terpenting adalah bagaimana kita mengambil manfaat dari buku ini. Di tuturkan secara apik oleh sang penulis dan sekali lagi membuat saya ikut larut ke dalam kisah di dalamnya. Sebuah buku tentang kisah perjalanan yang sarat akan makna dan membuat saya semakin mencintai Islam.

Akhir kata, mengutip kata-kata dari sang penulis; selamat membaca dan meraih keajaiban-Nya!

================================

Buku BULAN TERBELAH DI LANGIT AMERIKA karya Hanum Rais dan Rangga Almahendra ini dapat dapat dibeli di Bursabukuberkualitas.com

Hubungiโ€ฆ

Sms/Whatsapp : 08986508779

PIN BB : 5872795E

LINE : bursabukuid

=========================================

Semoga Bermanfaat yaa sinopsis dan resensinya.. ๐Ÿ™‚

About @Referensi_Buku

Hanya mereferensikan buku yang bibit, bobot, dan bebetnya berkualitas! Dapatkan info seputar buku bagus disini ! Insyaallah bermanfaat.
This entry was posted in @Referensi_Buku, buku bagus, buku best seller, buku hanum rais, buku motivasi, novel bagus, novel bestseller, novel hanum rais, novel islami and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

3 Responses to SINOPSIS dan RESENSI BUKU : Bulan Terbelah di Langit Amerika karya @hanumrais dan @rangga_alma

  1. riaerha says:

    wow… keren resensinya. Saya juga buat resensi novel ini tapi masih kalah bagus dengan yang ini. Ini resensi saya http://goo.gl/ClyohI kiranya bisa diberi kritik dan saran. He..,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s