SINOPSIS dan RESENSI NOVEL : PULANG KARYA TERE LIYE

SINOPSIS NOVEL PULANG TERE LIYE

SINOPSIS NOVEL PULANG TERE LIYE

Salut banget deh sama penulis tere liye yang belum lama menerbitkan novel bulan, eh sudah menerbitkan novel barunya lagi. Kali ini judulnya PULANG. Akhir-akhirnya tere liye memang suka membuat novel dengan judul satu kata. Dari mulai novel rindu, bumi dan bulan. Sekarang novel barunya berjudul pulang. Entahlah mengapa, yang pasti novel karya tere liye terkenal bestseller dan keren. Kalau udah baca satu karyanya, pasti ketagihan deh. DijaminπŸ˜€ hehe

Kemarin juga sempet ketemu langsung dengan penulis tere liye ini. Beliau ini emang low profile banget. Gak terlalu jaga jarak dengan siapapun. Pakainnya pun biasa saja. Pake sendal seringnya. Pas ditanya juga jawabannya yaa apa adanya. Salut deh sama penulis yang satu ini.

Oke, langsung aja yuk disimak sinopsis novel baru tere liye ini yang berjudul PULANG.

============================================================

“Aku tahu sekarang, lebih banyak luka di hati bapakku dibanding di tubuhnya. Juga mamakku, lebih banyak tangis di hati Mamak dibanding di matanya.”

Sebuah kisah tentang perjalanan pulang, melalui pertarungan demi pertarungan, untuk memeluk erat semua kebencian dan rasa sakit.

=====================================================

Dan ini ada beberapa review dari mereka yang sudah membaca novel pulang

========================================================

β€œSelalu ada hal baru yang bisa direnungi dan dipahami dari novel-novel Tere Liye.”
β€”Pulin Sri Lestari, ibu rumah tangga

β€œSaat ini kita cenderung tidak lagi peduli pada banyak hal, namun novel-novel Tere Liye membantu kita untuk melihat lebih dalam dan peduli.”
β€”Tiara, guru/dosen

β€œKayak buku pelajaran, tapi seru. Mamah kamu nggak akan ngambek kalau kamu baca novel-novel Tere Liye.”
β€”Khoerun Nisa, siswi SMA

β€œMembaca novel-novel Tere Liye seperti pulang ke rumah. Berapa jauh pun kaki melangkah, selalu ingin kembali.”
β€”Evi, buruh migran Indonesia

===========================================

Berikut adalah resensi NOVEL PULANG Karya TERE LIYE yang diresensi oleh Prito Windiarto dari sini

Novel ini dimulai dengan ketegangan. Bab pertama, Si Babi Hutan (halaman 1), dibuka dengan adegan pertarungan sang tokoh utama (Bujang) melawan monster menakutkan, babi hutan raksasa. Ia ikut serta bersama pemburu babi hutan pimpinan Tauke Muda. Di tengah hutan gelap mereka dihadang sang raja babi. Semua terdesak. Bujang tampil amat heroik. Mengalahkan sang monster. Sejak pergulatan itu, Bujang tak lagi memiliki rasa takut.

β€œAku tidak takut. Jika setiap manusia memiliki lima emosi, yaitu bahagia, sedih, takut, jijik, dan kemarahan, aku hanya memiliki empat emosi. Aku tidak punya rasa takut.” Begitu Tere Liye membuka cerita dengan amat elegan.

Pada bab-bab berikunya mulailah dikenalkan secara lebih mendalam tokoh Bujang beserta orang terdekatnya. Bapaknya bernama Samad. Ia yang lumpuh itu -kemudian diketahui- merupakan mantan tukang pukul nomor satu Keluarga Tong. Mamaknya bernama Midah, ia merupakan putri dari Tuanku Imam, pemuka agama di Pulau Sumatra. Pernikahan kedua insan dari strata dan kultur berbeda itu menyebabkan mereka harus terusir dari kampung, lantas menetap di Talang (semacam kampung) Kawasan Bukit Barisan, Sumatra.

Kejadian melawan babi hutan menjadi awal kisah hidup baru bagi Bujang yang waktu itu masih 15 tahun. Tauke Muda mengajaknya pergi ke kota. Ia meminta Bapak dan Mamak Bujang mengizinkannya pergi. Bapaknya setuju, mamaknya berat melepaskan. Namun ia tak kuasa menolak. Ini adalah bagian dari perjanjian antara Bapak Bujang dengan Tauke Muda. Lagi pula ia ingin putra semata wayangnya itu maju. Tak hanya berkutat dengan hutan dan ladang di Talang. Sebelum keberangkatan sang anak, mamak menitipkan pesan yang begitu berharga,

β€œBerjanjilah kau akan menjaga perutmu (dari makanan dan minuman haram dan kotor) itu, Bujang. Agar…. Agar besok luka, jika hitam seluruh hidupmu, hitam seluruh hatimu, kau tetap punya satu titik yang putih, dan semoga itu berguna. Memanggilmu pulang.” (Halaman 24)

Keseruan kisah novel ini terus berlanjut. Kini pembawa dibawa menuju waktu 20 tahun kemudian. Saat Bujang, anak Talang nan malang itu berubah menjadi pribadi yang sangat mantap. Akademis, kokoh, dan bermata tajam. Ia menemui calon presiden terkuat. Memperingatkannya agar tak mengubah apapun. Tak mengusik bagaimanapun bisnis Keluarga Tong yakni bisnis shadow economy (ekonomi bayangan).

β€œShadow economy adalah ekonomi yang berjalan di ruang hitam, di bawah meja. Oleh karena itu orang juga menyebutnya black market, underground economy. Kita tidak sedang bicara tentang perdagangan obat-obatan, narkoba, atau prostitusi, judi dan sebagainya. Itu adalah masa lalu shadow economy, ketika mereka menjadi kecoa hitam dan menjijikan dalam sistem ekonomi dunia. Hari ini, kita bicara tentang pencucian uang, perdagangan senjata, transportasi, properti, minyak bumi, valas, pasar modal, retail, teknologi mutakhir, hingga penemuan dunia medis yang tidak ternilai, yang semuanya dikendalikan oleh institusi ekonomi pasar gelap. Kami tidak dikenal oleh masyarakat, tidak terdaftar di pemerintah, dan jelas tak diliput media massa….. Kami berdiri di balik bayangan. Menatap sandiwara kehidupan orang-orang. (Halaman 30)

Begitulah penulis, dalam hal ini disampaikan lewat tuturan tokoh utama (Bujang) menjelaskan perihal shadow economy, singkat, jelas, terperinci, dan menghentak.

Selepas itu alur kembali berkelindan ke masa lalu. Saat kali pertama Bujang sampai di kota. Bertemu banyak kawan baru. Salah satunya Basyir, seorang anak muda yang terobsesi menjadi sepertiΒ  ksatria penunggang kuda suku Bedouin. Kini jelas apa tujuan Bujang diajak oleh Tauke Muda. Ia akan dilatih seperti bapaknya, menjadi tukang pukul nomor satu Keluarga Tong.

Meski begitu, jauh panggang dari api. Harapan itu menguap, bukannya berlatih silat dan beladiri, Bujang malah diminta belajar β€œmemukuli kertas dengan pulpen” dibimbing Frans, guru asal Amerika. Bujang bosan. Ia lantas meminta Tauke mempersamakannya dengan teman yang lain: berlatih beladiri dan ikut operasi.

Tauke tetap pada pendirian. Hingga tiba saat kesabarannya hampir habis, Tauke menantang Bujang ikut ritual amok. Ritual itu simpelnya, satu orang melawan puluhan bahkan ratusan petarung. Jika satu orang itu mampu menahan gempuran dalam waktu tertentu, ia menang. Bujang hanya diminta bertahan dua puluh menit. Sayang ia hanya bertahan 19 menit. Ia gagal, sehingga ia tetap harus belajar bersama Frans.

Namun hikmah dari peristiwa amok, ia bisa punya kesempatan belajar bela diri. Selepas belajar dengan buku dan pulpen di siang hari, ia belajar tinju di malam hari. Guru pertamanya adalah Kopong. Komandan tukang pukul Keluarga Tong. Berhari-hari bahkan berbulan-bulan ia berlatih, amat keras. Akhirnya Bujang berhasil meng-KO gurunya itu. Itu artinya latihan tinjunya selesai dan harus berganti guru.

Guru berikutnya tak kalah hebat, Guru Bushi namanya. Asli Jepang, ia adalah salah satu Samurai yang masih tersisa di zaman modern ini. Bersama Guru Bushi Bujang berlatih menggunakan pedang, katana, shuriken, dll. Latihan yang seru bersama mantan ninja yang andal itu. Berbulan-bulan Bujang terus berlatih. Hingga tiba saat Guru Bushi mengatakan cukup. Lantas Bujang berlatih dengan Salonga. Seorang penembak jitu asal Filipina. Dengan guru menembaknya itu ia juga belajar filosofi hidup. Selain berlatih beladiri, Bujang juga terus melanjutkan sekolah. Ia bahkan mengenyam pendidikan magister di luar negeri.

Novel beralur maju mundur ini terus mengajak pembaca menikmati keseruan cerita. Pertarungan demi pertarungan yang mengesankan. Jua perihal ekspansi Keluarga Tong yang perlahan merangkak naik level dari penguasa shadow economy tingkat provinsi menjadi penguasa shadow economy nasional bahkan internasional. Selalu ada intrik menarik di dalamnya.

Hingga di satu titik. Saat Keluarga Tong di puncak kejayaan, pengkhianat muncul. Siapakah pengkhianat itu? Berhasilkah ia melumat kekuasaan Keluarga Tong? Lalu apa maksud pulang dalam novel ini? Kita akan menemukan jawabannya dalam novel keren ini.

=========================================

Novel Pulang Karya Tere Liye ini dapat dibeli di Bursabukuberkualitas.com

Hubungi…

Sms/Whatsapp : 0898.6508.779

PIN BB : 5872795E

LINE : bursabukuid

=========================================

Semoga Bermanfaat yaa sinopsis dan resensinya.. πŸ™‚

About @Referensi_Buku

Hanya mereferensikan buku yang bibit, bobot, dan bebetnya berkualitas! Dapatkan info seputar buku bagus disini ! Insyaallah bermanfaat.
This entry was posted in @Referensi_Buku, buku bagus, buku baru, buku best seller, buku inspiratif, buku tere liye, novel bagus, novel bestseller, novel tere liye, sinopsis buku and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

11 Responses to SINOPSIS dan RESENSI NOVEL : PULANG KARYA TERE LIYE

  1. Wovgo says:

    Kalau bahas soal bukunya Tere Liye emang paling top markotop dehπŸ™‚
    Artikelnya nice info banget buat gambaran pembaca *jempol*

  2. Ngomong-ngomong keren banget nih halamannya.

  3. muhamad insan kamil says:

    Top markotop emang tere liye

  4. Pingback: Buku Pulang – Difla Nagib

  5. sani says:

    top bgt novel pulang ini. bintang 5 kalau bisa. dari awal sampai akhir selalu ada hal menarik dan menegangkan. sampe2 ga bisa berhenti bacanya. saya baru pertama kali baca novel dari tere liye dan saya langsung jatuh hati dengn novel pulang ini. saya jadi penasaran novel yg sebelumnya dan selanjutnya dari tere liye πŸ‘

  6. muhammad nabil hasbullah says:

    Emang ceritanya tere liye keren keren banget…..dan yg paling keren itu HUJAN bagi saya sendiri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s